|
Sunday, January 02, 2005
hikss...satu lagi jeritan anak bangsa...yg menyertai kepergian ribuan rakyat Aceh...maaf tidak bsia di posting lewat bulletin FS...terpaksa ku posting lewat Blogger...semoga bs saling berbagi dengan rekan2 lain....terima kasih. To: Cut Intan Meilisya Tan.. sayangku! "Bagi dunia kamu adalah seseorang. namun bagiku kamu adalah seluruh dunia.!!". Itulah bunyi smsmu malam itu yg menghadirkan kehangatan padaku. berkali kali kamu meyakinkan aku kalau kamu tu benar2 sayang padaku. "Sang malam telah gugur bersama jejatuhan embun ke bumi, ayam ayam pun bernyanyi mengiringi indahnya pagi ini. "met pagi sayang" dan itu pula lah sms kamu pagi itu 26 des 2004 jam 7:41 WIB,. sms terakhir!! yg menyayat nyayat hatiku ini. Tan taukah kamu diriku berdarah darah? Suara Penyiar Metro TV menikam-nikam ku bagai kesurupan, Berdarah jua aku jadinya.Tan.. kemuliaanku. bagaimana kamu sekarang? Ku tau, yg pasti kamu tak bisa menjawabnya. ku tau, kamu tak mengizikan smua ini terjadi,siapa yg akan dhe salahkan tan?Cinta, Pengharapan dan masa depanku hilang dalam hitungan menit saja. lalu tinggallah penyesalan. ku terpuruk tan.. jauh dan jauh sekali. Aku ngga bisa bayangkan jeritan terakhirmu tan! Perih, luka,gores, bernanah, remuk dan tersayat sayatnya hatiku ini, Tan!!maafkan aku. Berat tan. Untuk mengangkat kepala saja aku udah ngga sanggup lagi, lihat disini tan!. genangan air mataku di atas keyboard ini. apa tan...?? kamu melarangku untuk menangis?? ngga..!! Dunia pun mengakui kalo tangisanku ini wajar.aku sayang kamu. cincin di jariku ini masi indah tan. masi mengkilat.bagaimana yg ditanganmu? ingatkah malam sabtu terakhir aku nelfon kerumahmu. waktu itu aku, kamu dan cinta kita saja yg bersorak-sorak akan keagungannya.. namun sekarang, aku, cintaku dan duka penyesalan yg berhiaskan lilin tanpa sumbu saja tan! kamu dimana? adhe pulangtanggal 17 januari aja, pintamu padaku malam itu, ku iyakan itu karna menolakmu takkan mampu ku lakukan. dan kita jalan jalan ke lhoknga,ke kotak kotak itu.., ajakanmu. udah terbayang betapa indahnya kalo itu terjadi, terakhir sebelum ku menghempaskan gagang telfon terakhir yg bernadakan suara indahmu. kamu berkata, " dhe..! tan sayang adhe, jaga diri baik baik di padang sana yah! tan kangeen banget ma adhe, tan ngga mau dhe knapa knapa, tan akan jaga diri tan disini untuk dhe, smuanya untuk dhe.." Tuhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan...!! dengarkan teriakanku? apa benar dosaku? tuhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan sungguh aku salut akan kekuasaanmu. Keluargaku, intanku dan saudara saudaraku di kota raja banda aceh tlah kau panggil dengan cara dan waktu yg tak sedikit pun wajar dalam pandangan manusiawi. mereka di hinggapi lalat, sampah bergelimpangan di pinggir2 jalan, di tepi2 sungai, tuhaaaaaaaaaaaaaaaaaaan mengapa tidak aku sekaligus yg engkau bawa.? maafkan aku tuhan? maafkan dosa dosa mereka, maafkan dosa2 kami maafkan negri ini yg selama ini kurang mengenalmu. tapi apakah ini caramu memperlihatkan kekuasaanmu? Aku menjadi debu. jiwaku porak poranda? sekarang kepalaku tertunduk. Sepuluh jariku kuhadapkan padamu. dua lututku bersujud padamu. "Tuhanku yg maha agung dan maha menguasai.. hari ini aku adalah 1 dari berjuta-juta hambamu yg menangis, maafkan kami tuhan, kau maha besar. maafkan kami mungkin kami harus benar2 tau akan dirimu, memang harus karna kami adalah ciptaanmu. bersama ini, saya sampaikan Doaku padamu, tempatkan mereka di tempat yg mulia disisimu dan mulai saat ini berkatilah kami smua dengan petunjuk2mu. Sungguh maha mulianya engkau..!!" Sekarang tinggalah aku. Intan, Ibu, Ayah dan Adek2 ku, maafkan adhe ya?! Sungguh pun begini kejadiannya, namun aku kan berdiri tegak.memang harus, karna akulah satu satunya yg tersisa. Ayah nyuruh dhe kuliah di Fisip buat mengikuti jalan ayahkan? dhe kan lakukan yah..! Ibu..!! kapan dhe bisa makan ma ibu, kapan dhe bisa rasakan belaian ibu? adek2!! ku. eya..!! malang nasibmu dek,! maapin abang yah yg ngga ada di dekat eya waktu itu. Kapan eya abang ajarin bawa motor lagi? udah bisakah?? Dina..!! Abang bisa bayangkan bagaimana dinginnya kamu waktu itu, maapin abang yah dina? Dan terakhir,Intan..!! adhe harus bilang apa tan? MAAFKAN AKU.. SMUAAAA... Aku Menjerit entah kesakitan ataupun entah kesurupan. Aku ngga mau jadi gila. tuhan kalau aku gila, berdosakan? nah tu tuhan bilang DOSA!!AKU NGGA KUAT LAGI.... TOLONG..!!! Duka atjehku.. menangislaah negriku..!! Kurang lebih begitu isi surat tanpa pengirim yang telah beredar di Bulletin FS 2 Januari 2005. tidak ada pengeditan kata2...murni dari surat tersebut. [d]- Menangislah Ibu Pertiwi..... |