|
Friday, July 01, 2005
Artikel menarik (dan mayan lucu) dari MBDC : Kota Jakarta yang sangat luas dan besar ini agaknya terlalu sulit untuk dijelajahi kalau kamu tidak menggunakan kendaraan. Banyak alternatif kendaraan yang bisa kamu gunakan, misalnya kendaraan umum atau mobil pribadi. Dari tiap jenis kendaraan tersebut pasti beda rasa dan keadaan yang kita hadapi dalam berpergian. Artikel kali ini akan membahas berbagai macam hal yang kita hadapi saat berkendaraan di Jakarta dengan menggunakan mobil pribadi / nyetir sendiri. Banyak hal yang perlu kamu persiapkan sebelum berpergian di Jakarta, apalagi waktu jam-jam padat. Yang musti kamu persiapkan adalah : 1. Olahraga, lemaskan kaki, stretching dsbnya, untuk meluweskan kaki kamu saat macet. 2. Uang kecil koin, untuk pengamen, pengemis, polisi cepek 3. Uang seribuan, untuk bayar parkir. 4. Kapak putih, untuk melawan kapak merah. 5. Gas air mata untuk melawan kapak merah yang udah mecahin kaca mobil kamu. 6. Siapkan tenggorokan untuk teriak-teriakan sama supir bis. 7. CD musik musik secukupnya. 8. Kalau kamu akan melewati daerah 3-in-1 sebaiknya kamu setel waktu kamu dengan benar, jangan sampai gantung malah kena tangkep polisi. Kalau semua sudah kamu persiapkan dengan baik dan benar, mari kita mulai perjalanan kita di Jakarta dan lihat apa-apa saja yang akan kita temukan. 1. Macet Emang paling enak naik mobil pribadi, kamu mau kemana pun bisa sebebas kamu, tinggal belajar nyetir mobilnya, injak gas lalu sampai deh ketujuan. Eittss....tapi ingat bung! Ini Jakarta....jarak 2km aja kadang-kadang kalau lagi parah bisa sampai memakan waktu 40 menit...ya kita bicara masalah macet disini. Macet di Jakarta kayanya udah parah banget, apalagi jam-jam pulang kantor di jalan-jalan utama. Parahhh, kerjaan tinggal kopling masuk gigi injak gas rem. Semuanya itu dilakukan berulang-ulang. Kalau yang mobilnya matic sih enak, tapi yang manual, lumayan juga betis sebelah kiri jadi gede sebelah. 2. Bis dan kendaraan umum gak tau aturan Selain macet, yang dihadapi adalah mobil-mobil angkot / bis yang berhenti sembarangan. Kamu lagi enak-enak nyetir santai di belakang bus, tiba-tiba dia kekiri lalu mendadak berenti turunin penumpang. Mau gak mau kamu harus sigap juga untuk berhenti, lalu siap-siap ambil jalan buat nyelip dia dari kanan, tapi semuanya itu gak segampang dipikirkan, mengingat lalu lintas Jakarta yang sangat padat, dan orang-orang rata-rata gak mau ngasih jalannya. Yang penting adalah sabar-sabar aja. Soalnya misalnya mobil kamu kena tabrak sama bis, terus kamu ributin, palingan kamu juga cuma dapet berapa. Tapi ya stress juga jadi lepas hehehe. Tapi kadang-kadang ada yang nekat juga, kalau kita lawan malah menjadi bahaya. Misalnya di sepanjang ruas jalan Fatmawati hingga Blok M dan sebaliknya, itu metromini menggila semua disana. Mereka jalan di kanan dengan ngebut, salip salipan dengan sesama metromini kejar setoran, tapi begitu ada penumpang mau naik, mereka langsung ambil kiri banget, sambil ngerem, jadi mobil kecil yang tadinya ada dijalur kiri jadi kepepet dengan metro itu sehingga membuat kesal pengemudinya pasti. Apalagi kalau sudah memasuki daerah pasar atau perempatan besar, itu udah kartu mati deh. Macet yang disebabkan oleh angkot/bis yang ngetem nunggu penumpang. Mereka dengan santainya nongkrongin mobilnya diruas jalan paling kiri, sehingga yang tadinya ada beberapa jalur jadi kemakan 1 bahkan 2 jalur untuk parkir mobil mereka. 3. Polisi cepek Polisi cepek ini kerjaannya nongkrongin puteran, atau belokan, atau mulut gang yang menuju ke jalan besar, tujuannya supaya ngebantu pengemudi buat belok / masuk ke jalan besar tersebut dengan menyetop kendaaraan dari arah lawan. Emang kadang ngebantu ya, tapi kadang mereka juga sumber macet. Mereka memberi jalan lebih dulu kepada mobil yang ngasih duit ke mereka. Pengemudi mobil biasanya memberi Rp.100 sampa Rp.500 ke polisi cepek untuk sekali lewat. Kalau seribu udah terlalu banyak, mendingan buat bayar parkiran. Tapi kalau kamu tidak punya uang kecil, dan mau lewat jalan yang ada polisi cepeknya, kamu tidak usah berkecil hati. Lambaikan tangan kamu tanda terimakasih, mereka notabene akan mengerti bahwa kamu tidak punya duit kecil. Tapi jangan sekali-kali ngasih seribuan, terus minta kembalian, karena selain tidak akan dikembalikan, akan membuat jalan di belakang kamu semakin macet. 4. Tukang parkir Di Jakarta, profesi paling menguntugkan mungkin tukang parkir. Tidak perlu pendidikan apa-apa, modal priwitan ama kenalan, bisa dapet lahan parkir. Sekali tarik dapet Rp.1000. Bayangin kalau nongkrong seharian, ada berapa banyak tuh mobil yang parkir di lahan itu. Makanya, hampir setiap orang sebenarnya bisa untuk menjadi tukang pakir, nah makanya jenis-jenis tukang parkir ada banyak. Beberapa jenis tukang parkir di Jakarta : - Tukang parkir yang jaga gedung parkir Ciri-ciri : Pakai seragam, bawa priwitan, sopan, tidak menuntut uang tip, kerjanya paling bener. Contoh : Pegawai secure parking di pusat perbelanjaan/kantor. - Tukang parkir pinggir jalan yang beneran Ciri-ciri : Pakai seragam (meski kadang keliatan gak kaya seragam karena sudah dekil abis ), bawa priwitan, dikantongnya banyak duit seribuan, kerjanya bener alias ngebantu beneran orang buat parkir. Menuntut uang parkir. Kadang mereka memegang gepokan karcis parkir, kadang tidak. Contoh : Tukang parkir di sekitar Mahakam / Blok M Plaza. - Tukang parkir seenaknya Ciri-ciri : baju bebas, kadang bawa priwitan kadang tidak. Kerjanya gak bener. Kalau orang mau parkir tidak dibantu, tapi giliran udah mau cabut, nyalain mesin mobil, langsung ada bunyi *prittt! ... mereka langsung muncul sembari lambai-lambai tangan. Menuntut duit parkir seribuan. Contoh : Tukang pakir di jalanan gak jelas, depan ruko, tempat mangkal warung-warung makanan malem. - Tukang parkir jadi-jadian. Ciri-ciri : baju bebas, tidak bawa priwitan, biasanya bergerombol. Mereka ini biasanya muncul disuatu tempat/lahan yang biasanya bukan parkiran, tapi karena alesan tertentu dijadikan parkiran. Misal : ada acara di ancol atau lebak bulus, lalu banyak muncul tukang parkir jadi-jadian ini. Menuntut uang parkir dengan harga tembak, alias seenaknya, jadi kamu musti pintar-pintar nawar juga. Contoh : Tukang parkir di daerah Tennis Indoor Senayan kalau lagi ada konser, di Ancol kalau lagi ada party, dsbnya. 5. Lampu merah Lampu merah di Jakarta adalah sangat unik, bukan hanya karena banyak yang rusak atau sering dicuekin alias tidak dipatuhi, tapi banyak juga "penunggunya". Yang dimaksud penunggu disini adalah tukang minta-minta, pengamen, anak kecil bawa kricikan, ibu bawa anak, kapak merah, tukang jualan koran, tukang jualan topeng dsbnya. Bahkan kamu misalnya gak ada kerjaan, ke lampu merah saja, kamu bisa belanja banyak jenis barang disana. Misalnya mobil kamu didatangi pengamen, dan kamu punya duit kecil dan niat untuk kasih, tidak apa-apa. Hanya buka saja kaca mobil kamu kecil-kecil, jangan terlalu terbuka, karena ini Jakarta Bung! Semua bisa menjadi apa saja, pengamen bisa saja menjadi kapak merah atau tukang todong. Tapi apabila kamu tidak punya duit kecil, lakukanlah gerakan menunjukkan tangan tanda tidak punya duit kecil dan minta maaf, dan kamu menghargai usahanya dia. Notabene dia akan cabut dari mobil kamu dan pindah ke mobil belakang kamu. 6. Motor Ini sebenarnya gimana ya, dibilang kawan ya iya, dibilang lawan juga iya. Motor emang paling enak buat berkendaraan di Jakarta, bisa nyelip sana sini di daerah macet, motong lewat jalan-jalan kecil, bahkan naik trotoar kalo perlu. Kalau kamu kejebak kemacetan, dan sudah terlambat banget, kamu bisa parkir mobil kamu disuatu tempat, lalu lanjut ke tujuan naik ojek, sangat praktis. Tapi justru itu, malah kadang membuat pemakai mobil kewalahan dengan tingkah motor ini. Mereka nyelip sana sini dari kiri masuk ke kanan gak liat ada mobil disampingnya….eh taunya spion kena senggol, terus mereka kabur aja. Tapi misalnya kena senggol atau tabrak, mereka pasti marah-marah dan mobil yang kalah. So, jadi hati-hati lah dengan motor ini, di Jakarta ini mau bagaimanapun motor adalah pemenangnya. 7. Jalur 3-in-1 Satu-satunya kota di dunia MUNGKIN yang ada jalur 3-in-1 nya adalah Jakarta. Mayan, boleh bangga dikit dong uhuhuhu, satu-satunya yg kita punya dan negara lain gak punya. Niatan awal supaya jalan Jl. Sudirman pada jam2 kerja gak macet. Emang sih jadi jalan itu lancar...tapi ya jalan lain jadi macet parah. Cuma ya mau gimana juga, pasti ada macet dimana-mana. Program ini cukup berjalan, tapi tetep aja ada celanya. 2 tahun yang lalu, para 1 in 1 bisa melewati jalur 3 in 1 dengan mudah, hanya modal bayar karcis masuk parkir Gelora Senayan saja. Gimana caranya ? Ya, kamu hanya perlu masuk ke komplek Gelora Bung Karno depan Hotel Century, lalu keluar lagi di deket golf dan Hilton. Begitu kamu bayar karcis keluar, kamu sudah berada di Jl. Jendral Sudirman, yang artinya kamu ada di 3 in 1 Zone!!! Apakah kamu akan tertangkap ? Hmm enggak juga, gak keliatan tuh polisi yang jaga di mulut gang keluar komplek Gelora Bung Karno itu. Jadi begitu keluar, kamu bisa dengan leluasa merasakan enaknya dan nyamannya aspal Jl. Jendral Sudirman sebelum pukul 10.00 pagi. Nikmatt....Tapi sayangnya, sekarang udah gak bisa kaya begini lagi. Soalnya sebelum jam 10.00, pintu masuk komplek Gelora Bung Karno depan Hotel Century ditutup. Kurang tahu kenapa hal ini terjadi, apakah pembagian "hasil" antara tukang parkir dan pengatur lalu lintas kurang sreg? Banyak cara orang yang lakukan untuk melewati "Jalur Impian" ini (walaupun sekarang2 juga macet terus). Antara lain dengan : - Narik Joki Joki yang dimaksud disini bukan penunggang kuda, atau orang pinter yang ngerjain UMPTN tapi salah nulis nama. Bukan! Joki disini adalah : Orang yang berdiri dipinggir jalan-jalan menuju jalur 3in1, menawarkan dirinya untuk turut serta menjadi penumpang tambahan supaya mobil tersebut memenuhi syarat untuk lewat jalur 3in1 tersebut. Untuk imbalan mereka minta uang sekadarnya. Ngangkut Joki emang praktis, kurang lebih caranya sama kaya mau ngangkut pecun, cuma beda di servisnya aja. Kamu tinggal pasang sen kiri mobil kamu, lalu pilih-pilih Joki yang menurut kamu layak untuk diangkut. Yang berpenampilan smart, funky and modern...teah... yang penampilannya oke lah. Soalnya yang dekil males juga, kadang-kadang mobil kamu dalemnya bisa jadi ikut-ikutan bau badan sehabis narik Joki. Maklum, mereka bolak balik aja beberapa jam ini di udara Jakarta yang panas dan membuat keringatan. Dengan narik Joki, kamu juga bisa merasakan sesaat menjadi supir taksi, dimana kamu sedang nyetir mobil, lalu orang di pinggir jalan memanggil-manggil mobil kamu, ingin naik kedalamnya....seperti taksi. - Pake Boneka Emang sih kedengerannya agak ribet dan mustahil alias kurang terpercaya. Tapi sering terdengar cerita-cerita sukses para 1-in-1 atau 2-in1 yang menggunakan boneka sehingga status mereka menjadi 3-in-1. Misalnya kamu ber2, maka bonekanya ditaruh di belakang tengah. Paling bagus kaca mobil agak-agak gelap, terus warna baju bonekanya yang terang nyala, cuma kepalanya gelap. Jadi yang keliatan dari luar hanya bajunya saja, dan keliatan seperti ada orang lain lagi didalamnya. Ya cuma kalau kegep, males juga, udah nilang, nipu, ketawan pula hehehe. - Pake Doa Sesuai judulnya, modal utamanya hanya Doa saja. Kamu lewati jalur 3-in-1 yang kira-kira "aman" dengan tenang, jangan terlalu dekat-dekat dengan jalur hijau atau dekat dengan pengatur lalu lintas. Misalnya kegep, ya siapin aja spik-spik yang kira-kira manjur supaya dompet kamu gak terlalu terkuras banget. Kalau lagi untung, kamu bahkan bisa tidak mengeluarkan duit sama sekali. - Nunggu kelar 3-in-1 Cara ini adalah yang paling gampang dan dijamin kemanjurannya. Susahnya adalah kamu musti ngabisin waktu untuk menunggu 3-in-1 tersebut di suatu tempat. Kalau di kantor males, karena udah sepi, alhasil jadinya nunggu di cafe, atau restoran atau tempat nongkrong lainnya yang menggunakan duit. Kalau kamu melakukan itu setiap hari, dan setiap nunggu keluar uang terus, maka bisa-bisa pengeluaran kamu menjadi sangat besar sekali demi nunggu 3-in-1. Kalau sudah begitu, mendingan kamu pikirin lagi, apa cara #4 ini sesuai dengan kamu, ataukah sudah saatnya kamu kembali lagi ke cara #3 yang juga membutuhkan uang, tapi mungkin tidak sebanyak yang setiap hari kamu buang di cafe untuk nunggu 3-in-1. Pikirkanlah dengan bijak... Oke, sekarang kamu sudah liat kan gimana keadaannya kalau berkendaraan di Jakarta. Moga-moga dengan baca artikel ini kamu bisa mempersiapkan segalanya supaya tidak kaget lagi dan bisa lancar berkendaraan di Jakarta. MBDC |